Posts

Showing posts with the label SYARIAH

Von Islamischen Banken Missbraucht

Image
Vor einiger Zeit erhielt ich einen Artikel mit dem Titel „Die Scharia-Bank wurde unterdrückt“. Die Schlussfolgerung, die aus dem Artikel gezogen werden kann, ist, dass die bestehenden Scharia-Banken „keine Scharia“ sind, weil sie immer noch Wucherverträge durchführen. Missbrauch durch islamische Banken 1 Diese Schlussfolgerung ist unseres Erachtens zu voreilig und tendiert dazu, islamische Banken zu verallgemeinern, ja sogar selbst zu unterdrücken. Dies geschieht, weil sie die Beschreibung (Bild) als Ganzes nicht verstehen. Während in der Regel angegeben wird, dass das Recht ein Zweig von Tashawwur (seiner Beschreibung) ist. Gesetze, die auf einer unvollständigen oder gar fehlerhaften Beschreibung des zu beurteilenden Objekts aufbauen, können sicher sein, dass die Ergebnisse fehlerhaft sind. Als Antwort darauf müssen wir einige Anmerkungen machen, darunter: (1). Islamische Banken sind Banken, die ihre Geschäftstätigkeit auf Grundlage der Scharia-Prinzipien ausüben (Gesetz Nr. 21 von 20...

Lernen Sie Scharia Investitionsverträge Kennen

Image
INVESTITION ist ein Wort, das den meisten Menschen bekannt ist. Dieses Verständnis wird jedoch hauptsächlich von Personen besessen, die im geschäftlichen Bereich tätig sind. Wie für gewöhnliche Menschen sind Investitionen nicht jedem vertraut. Auch wenn wir wissen, wie wichtig das Investieren ist, überlegen wir uns bewusst, welche Gelder/Vermögenswerte gespart und welche investiert werden sollen. Für die indonesische Bevölkerung, die überwiegend muslimisch ist, sollten wir wissen, wie man in Übereinstimmung mit der Scharia investiert. Wie Investitionen im Allgemeinen gibt es auch bei islamischen Investitionen verschiedene Arten. Damit wir nicht falsch liegen, wenn wir Scharia-Investitionsentscheidungen treffen, müssen wir mehr über Scharia-Investitionen wissen. Was ist eine islamische Investition? In der KBBI hat das Wort Investition die Bedeutung, Geld oder Kapital in ein Unternehmen oder Projekt zu investieren, um einen Gewinn zu erzielen. Wer also investiert, kann sein Einkommen pas...

Muslim Leistet Pionierarbeit Bei Der Gründung Der Ersten Islamischen Bank In Australien

Image
Eine Reihe von Muslimen, bestehend aus religiösen Führern und Bankiers, arbeitet an der Gründung der ersten islamischen Bank in Australien. Ziel ist es, eine „ethische Alternative“ zum konventionellen Banking anzubieten. Bekanntlich erkennen islamische Banken keine Bankzinsen an, die im Islam als Wucher gelten. Der Islam verbietet Wucher. Islamische Banken nutzen also Gewinnbeteiligungsvereinbarungen, um Einnahmen zu erzielen. Islamische Banken sind in Dutzenden von Ländern auf der ganzen Welt tätig, darunter Malaysia, Indonesien und Großbritannien. Der Hauptunterschied zu herkömmlichen Banken besteht darin, dass Bankzinsen als Wucherpraxis gelten, die in der islamischen Lehre verboten ist. Im islamischen Bankwesen müssen Gewinne aus materiellen Materialien und Arbeit kommen. Während Wucher Geld ist, das aus dem Handel mit dem Geld selbst generiert wird, ohne einen Gewinn zu erzielen. Islamische Banken werden also durch eine Gewinnbeteiligungsvereinbarung zwischen der Bank und ihren Ku...

MUI Sumbar : Haram Pilih Partai Penolak Perda Syariah

Image
ROMADHON.ID , TANJUNG ENIM -  Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar), Buya Gusrizal Gazahar, menilai haram hukumnya memilih partai politik yang menolak perda-perda berlandaskan syariat Islam. Gusrizal mengungkapkan, pada tahun 1997 ia pulang dari Mesir dan langsung terjun berjuang di medan dakwah dengan cara-cara yang sah menurut aturan yang berlaku di negara Indonesia. “Membuat peraturan daerah (perda) yang bermuatan syariat Islam adalah di antara langkah yang kita coba untuk menghidupkan nilai-nilai akhlak di tengah bangsa ini,” ujarnya. Ia mengatakan, perjuangan yang panjang dan berat semenjak dari Solok terus berjalan sampai hari ini sudah 21 tahun. “Mata kepala saya melihat perubahan ke arah yang baik dan tak ada umat lain yang dirugikan karena perda-perda tersebut,  bi idznillah . Tidak pula ada aturan dan undang-undang yang dilanggar,” ungkapnya. Semua itu, lanjutnya, dilakukan karena kecintaan kepada Allah  Subhanahu Wata’ala  dan R...

Zakat Perusahaan, Bagaimana Menghitungnya ?

Image
  ROMADHON.ID , TANJUNG ENIM  -  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ S aya bersyukur sekali pada Allah dan khususnya kepada rekan-rekan  a mil BMH yang banyak membantu tempat saya bekerja menyalurkan dana beasiswa untuk anak berprestasi dari kalangan yatim dan dhuafa. Selaku salah satu direktur di sebuah perusahaan saya ingin bertanya, bagaimana sebenarnya hukum zakat bagi perusahaan dan bagaimana cara menghitung zakat perusahaan. Terimakasih. * Dewi Evianti |  Jakarta و عليكم السلام والرحمة الله وبركاته Patut disyukuri bahwa kesadaran mengenai zakat secara umum mengalami peningkatan seiring dengan meluasnya pengetahuan mengenai hakikat pewajiban zakat dan fungsinya, baik bagi  muzakki  (orang yang wajib menunaikan zakat) maupun   mustahik  (orang atau badan yang berhak menerima zakat atau infak/sedekah). Secara definitif, dalil mengenai kewajiban zakat harta perusahaan tidak dijumpai dalam al-Qur’an maupun al-sunnah, na...

Berkunjung Ke Alam Gaib, Seperti Dipaparkan Quran Dan Hadist Nabi

Image
ROMADHON.ID , TANJUNG ENIM - ANDA susah tidur? Malas tilawah, jarang ke masjid, dan sering merasa melihat penampakan-penampakan? Dunia gaib adalah hal yang menjadi urusan Allah. Dia lah yang mengetahui perkara yang gaib dan yang nyata. Allah telah berfirman, “(Dialah Allah) Yang Mengetahui perkara ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya,” (Q.S. Al-Jin [72] : 26-27). Fenomena gaib tidak akan pernah terlepas dari kehidupan kita. mulai dari masalah-masalah sihir yang terjadi di masyarakat, hingga alat-alat gaib yang mulai tersebar luas di masyarakat yang diyakini sebagai sesuatu yang luar biasa. Pemahaman masyarakat kita perlu dibersihkan dari hal-hal yang berbau syirik mengenai dunia gaib itu sendiri.

Hukum Bekerja Di Bank Syariah Cabang Bank Konvensional ?

Image
ROMADHON.ID , TANJUNG ENIM -  Assalammualaikum wr. wb. Pak Ustadz saya mohon solusinya, sekarang sedang marak2nya bank konvensional membuat bank syariah, bagaimana hukum bekerja di bank konvensional kalau dalam operasional sehari-hari juga melaksanakan operasional perbankan syariah (office chaneling), sehingga kita dlm melakukan pekerjaan sehari-hari menggunakan sistem konvensional dan syariah?Terima kasih Wassalammualaikum wr.wb Penanya: A Maulana Jawaban: Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad serta para sahabatnya dan yang mengikuti mereka hingga hari kiamat. Amma ba’du: Bekerja di bank konvensional: Menurut para ulama bahwa bekerja di bank-bank konvensional secara mutlak tidak diperbolehkan, karena termasuk memakan harta riba, atau menuliskannya, atau menyaksikannya, atau membantu mereka yang bermuamalah dengannya. Sejumlah ulama besar telah mengeluarkan fatwa haramnya bekerja di bank-bank konvensional, meskipun pekerjaan...

Apa Itu Maqashid Syariah ?

Image
  ROMADHON.ID , TANJUNG ENIM  - MAYORITAS penduduk Indonesia adalah Muslim, 80% lebih rakyat Indonesia beragama Islam. namun penerapan hukum syariah masih sangat minim, bahkan masih terdengar asing di telinga masyarakat. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman umat tentang hukum syariat dan tujuan dari syariat itu sendiri. Setiap syariat memiliki tujuan untuk kemaslahatan umat yang kemudian disebut dengan maqashid syariah. Dalam bahasa arab, maqshad dan maqashid berasal dari akar kata qashd. Maqashid adalah kata yang menunjukkan banyak (jama’), mufrad-nya adalah maqshad yang berarti tujuan atau target. Menurut al-Fasi, maqashid syariah adalah : “tujuan atau rahasia Allah SWT dalam setiap hukum syariatNya”. Sedangkan Ar-Risuni memberikan definisi maqashid syariah lebih jelas lagi, yaitu: “Tujuan yang ingin dicapai oleh syariat ini untuk merealisasikan kemaslahatan hamba.” Menurut Dr. Oni Sahroni, M.A. dan Ir. Adimarwan A. Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P dalam bukunya “maqashid bis...

Muslim Rintis Berdirinya Bank Syariah Pertama Di Australia

Image
ROMADHON.ID , TANJUNG ENIM - Sejumlah muslim yang terdiri dari pemuka agama dan bankir, tengah menggupayakan berdirinya Bank Syariah pertama di Australia. Tujuannya yaitu memberikan “alternatif etis” terhadap perbankan konvensional. Seperti diketahui, Bank syariah tidak mengenal bunga bank yang dinilai sebagai riba dalam Islam. Islam melarang riba. Jadi, bank syariah menggunakan perjanjian bagi hasil untuk memperoleh pendapatan. Bank syariah beroperasi di puluhan negara di dunia, termasuk Malaysia, Indonesia, dan Inggris. Perbedaan utamanya dengan bank konvensional yaitu bunga bank yang dianggap sebagai praktik riba yang dilarang dalam ajaran Islam. Dalam perbankan Islam, keuntungan haruslah datang dari materi dan tenaga kerja yang nyata. Sementara riba merupakan uang yang dihasilkan dari memperdagangkan uang itu sendiri tanpa memberikan keuntungan. Maka, bank syariah diatur dengan perjanjian bagi hasil antara pihak bank dengan nasabahnya. Dicontohkan suatu perusahaan mengambil kredit...

Hukum Yang Terbaik

Image
  ROMADHON.ID , TANJUNG ENIM  - Tujuan diturunkannya syariat atau hukum Islam (maqashidus syariah) adalah untuk menjaga dien (agama), menjaga jiwa (nyawa), menjaga akal (ilmu), menjaga nasab (keturunan) dan menjaga harta seseorang. Namun hari ini lihatlah! Mayoritas muslim negri ini seperti tak lagi memiliki kehormatan itu. Dari mulai Ulama’-ulama’ hanif yang sering dikriminalisasi, dianggap radikal, teroris dan ekstrim sehingga membuat umat takut untuk dekat-dekat pada masjid dan kajian-kajian Islam. Kemudian, RUU P-KS yang tidak sejalan dengan syariat. Belum lagi, nyawa mahasiswa yang ditembak sewaktu unjuk rasa, nyawa-nyawa saudara-saudara kita, terutama saudara-saudara kita dari tanah minang, tanah jawa dan tanah lainnya di Wamena yang seperti tak ada harganya.  Kemudian masalah pergaulan remaja yang lebih dekat kepada seks bebas, serta berbagai permasalahan korupsi yang menimpa negri ini atau gusur menggusur tanah rakyat kecil yang dijadikan proyek jalan tol atau pro...

Apakah Akal Bisa Mengetahui Hukum Allah, Tanpa Nash Syariah ?

Image
ROMADHON.ID , TANJUNG ENIM - APAKAH akal bisa mengetahui hukum Allah, hal yang baik (hasan) dan hal yang buruk (qabih), pada perbuatan mukallaf, tanpa nash Syariah? Ada tiga pandangan dalam hal ini: 1. Asya’irah, pengikut Abul Hasan Al-Asy’ari (w. 324 H): Tidak bisa. Hasan dan qabih hanya bisa diketahui melalui nash. Setiap yang diperintahkan Syariat adalah baik, dan setiap yang dilarangnya adalah buruk. 2. Mu’tazilah, pengikut Wasil bin ‘Atha (w. 131 H) dan ‘Amr bin ‘Ubaid (w. 144 H): Akal bisa mengetahui hukum Allah, tentang mana yang baik dan mana yang buruk, meskipun tanpa wasilah Rasul dan Kitab. 3. Maturidiyyah, pengikut Abu Manshur Al-Maturidi (w. 333 H): Akal bisa mengetahui hukum Allah terkait perbuatan mukallaf, meskipun tanpa ada nash. Namun, hukum Allah tersebut tidak pasti harus selalu sesuai dengan pengetahuan yang didapatkan melalui akal, karena akal mungkin keliru. (Faidah dari kitab “Al-Wajiz Fi Ushul Al-Fiqh”, bahasan “Al-Hakim”, karya Syaikh Wahbah Az-Zuhaili) Catat...

Lawan Korupsi Dengan Penerapan Syariah

Image
  ROMADHON.ID , TANJUNG ENIM  -  Nafas peradaban kapitalisme Inilah peradaban kapitalisme, yang menekankan nilai material daripada moralitas yang menghasilkan individu yang mau menipu, berbohong dan melanggar hukum demi keuntungan pribadi atau ekonomi. Hal ini menjadi semakin jelas dan mengkhawatirkan tren dalam dunia modern. Masyarakat menonton oleh satu skandal demi skandal. Kepercayaan tidak lagi ada. Inilah realitas menyedihkan. Tidak mengherankan bahwa sebuah ideologi seperti Kapitalisme, yang menekankan nilai material daripada moralitas, akan menghasilkan individu yang bersedia tidak ‘membungkuk’ pada pelayanan terhadap masyarakat tapi melanggar hukum demi keuntungan pribadi atau kelompoknya. Kapitalisme tidak hanya menghasilkan instrumen untuk menciptakan masyarakat yang kacau, namun juga memberi dampak banyak orang gangguan depresi terhadap masalah nyata kehidupan sehari-hari. Biaya politik tinggi itu menjadi ciri bawaan demokrasi kapitalisme. Pemilihan penguasa d...

Menegakkan Khilafah, Kewajiban Yang Terlupakan

Image
  ROMADHON.ID , TANJUNG ENIM  -   يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ “ Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu .” (QS. An Nisa: 59) Tema tentang khilafah selalu hangat dalam perbincangan. Sistem ini telah ada dan dipraktikkan sejak zaman Rasulullah  SAW , para sahabat, Dinasti Umawiyah, Abbasiyah hingga Ustmaniyah. Hingga akhirnya runtuh pada 3 Maret 1924 oleh tangan-tangan durjana. Meski demikian, masih ada yang meragukan sistem tersebut. Meragukan bahwa itu adalah termasuk dari ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits. Hingga ada yang menantang untuk mendatangkan dalil dari Al-Qur’an ataupun Hadits jika ada. Dan ia siap untuk mengusung sistem khilafah jika memang itu ada landasan dalilnya. Wajar hari ini jika banyak umat Islam yang tidak paham tentang sistem khilafah. Ketidakpahaman ini tidak hanya pada orang awam. Para pr...

Pengamat: Momentum Krisis Keuangan Global Memicu Percepatan Ekonomi Syariah Di Inggris

Image
ROMADHON.ID , TANJUNG ENIM - Perkembangan ekonomi Islam di Inggris menjadi fenomena yang menarik mengingat Inggris bukanlah negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Bahkan, saat menjadi tuan rumah World Islamic Economic Forum (WIEF) tahun 2013, David Cameron selaku Perdana Menteri mendeklarasikan tujuan Inggris sebagai pusat Ekonomi Islam  di luar negara mayoritas muslim. Demikian release yang dikirimkan KAMMI Selasa, (6/8). Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI bersama ASEAN Young Leaders Forum (AYLF) Indonesia merespon isu menarik ini dengan menyelenggarakan Diskusi Online pada Sabtu (3/6/2017). Bertemakan “Kebangkitan Ekonomi Islam di Inggris”, Lathifa Hapsari (Kandidat M.Sc Durham University – United Kingdom) didapuk menjadi narasumber diskusi dan Afif Pratama Putra (Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI) sebagai moderator memandu jalannya diskusi. “Secara historis invasi Inggris ke Pakistan, India dan Bangladesh berakibat masuknya banyak muslim ke Inggris”, ungkap Lathifa memb...

Syeikh Asy-Sya’rowi : Pelopor Bank Syariah Pertama Di Mesir Yang Keturunan Ali Bin Abi Thalib

Image
ROMADHON.ID, TANJUNG ENIM - Satu diantara ulama berpengaruh di abad ke – 20 adalah syeikh Muhammad Mutawalli asy-Sya’rowi. Jangkauan dakwah pria kelahiran provinsi Ad-Daqahliyah, Mesir, ini mencakup lintas kalangan. Sosok yang menghafal Alquran sejak usia 11 tahun itu dikenal sebagai dai populer di tengah masyarakat Mesir. Sampai-sampai koleganya sesama dai menyebutnya sebagai imamud du’at (pemimpin para dai). Ulama yang wafat pada 1998 itu juga sempat berkiprah di pemerintahan. Dalam satu periode sejak November 1976, dia menduduki jabatan sebagai menteri bidang wakaf Mesir. Ia adalah pribadi yang tekun. Sosok yang masih keturunan Khalifah Ali bin Abi Thalib ini menempuh pendidikan dasar di madrasah al-Azhar, Kota az-Zaqaziq, hingga lulus pada 1923. Asy-Sya’rowi muda melanjutkan ke madrasah tsanawiyah (tingkat SMP) di tempat yang sama. Bahasa dan sastra Arab adalah mata pelajaran favoritnya. Bahkan ia sempat terpilih menjadi ketua perhimpunan sastrawan di kota tempatnya belajar. Keter...