ROMADHON.ID, TANJUNG ENIM - BUKA puasa identik dengan makanan manis. Selain kurma dan kolak, kini kuliner khas Timur Tengah juga mulai populer di tanah air. Mau tahu apa saja kuliner unik khas Ramadhan asal Timur Tengah tersebut?
Inilah beberapa menu khas Timur Tengah yang jadi pavorit untuk berbuka puasa.
1. Qattayev
Kue ini sering disebut pancake Arab yang populer di Mesir, Israel, Yordania, Palestina, Suriah, dan sebagian wilayah Turki. Kue ini berisi keju, kacang, apel, puding, atau krim dan memiliki bentuk seperti bulan sabit atau pastel mini. Rasanya yang manis dan gurih cocok sebagai teman berbuka. 2. KunafaKunafa adalah kue yang terbuat dari tepung gandum yang diisi dengan krim, keju, kacang atau kismis. Kue yang berasal dari sebuah kota di Tepi Barat Palestina ini dimasak dengan mentega sehingga ketika dipanggang warnanya cokelat keemasan.
3. Luqaimat
Kue pencucui mulut yang satu ini terkenal di kalangan masyarakat Arab. Bagian luar kue ini terbuat dari kulit pangsit manis sehingga rasanya akan crunchy di luar namun tetap lembut di bagian tengah. Biasanya menikmati kue ini dengan cara mencelupkannya ke dalam madu atau sirup gula.
4. Bassbousa
Kue ini merupakan makanan penutup khas Timur Tengah. Bassbousa ini terbuat dari samolina yang dimasak dan direndam dalam sirup. Untuk menambah rasa biasanya ditambahkan pula toping jeruk, lemon, coklat, atau kacang.
5. Baklava
Baklava terkenal di Turki. Kue ini sering disajikan sejak abad ke-15. Kue ini berisi kacang tanah, kemudian dipanggang dan disiram madu manis. Biasanya kue Baklava ini disajikan bersama kopi Turki.
Kelima kue lezat tersebut bisa Anda jadikan referensi untuk menu berbuka puasa loh.
ROMADHON.ID , TANJUNG ENIM - Pembahasan hukum menambahkan kata “Sayyidina” ketika tasyahhud, shalawat dan adzan kali ini dibatasi dalam kerangka mazhab Syafi’i sebagai mazhab yang paling banyak tersebar di Indonesia. Tasyahhud Tasyahhud adalah rukun sholat. Ada beberapa riwayat tentang tasyahhud yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah dari riwayat Ibnu Mas’ud –radhiyallahu anhu-. التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ Di dalam tasyahhud disebutkan nama Nabi Muhammad SAW. Nah pembahasan kali ini adalah apa hukum menambahkan kata “Sayyidina” sebelum kata Nabi Muhammad dalam tasyahhud sesuatu yang dianjurkan (mustahab) atau tidak? Menurut Syaikh Muhammad Salim Buhairiy –hafizhahullah– tidak ditemukan nash ulama mazhab Syafi’i yang ...
Comments
Post a Comment