ROMADHON.ID , TANJUNG ENIM - Pembahasan hukum menambahkan kata “Sayyidina” ketika tasyahhud, shalawat dan adzan kali ini dibatasi dalam kerangka mazhab Syafi’i sebagai mazhab yang paling banyak tersebar di Indonesia. Tasyahhud Tasyahhud adalah rukun sholat. Ada beberapa riwayat tentang tasyahhud yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah dari riwayat Ibnu Mas’ud –radhiyallahu anhu-. التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ Di dalam tasyahhud disebutkan nama Nabi Muhammad SAW. Nah pembahasan kali ini adalah apa hukum menambahkan kata “Sayyidina” sebelum kata Nabi Muhammad dalam tasyahhud sesuatu yang dianjurkan (mustahab) atau tidak? Menurut Syaikh Muhammad Salim Buhairiy –hafizhahullah– tidak ditemukan nash ulama mazhab Syafi’i yang ...
Comments
Post a Comment